My Life Complete
Pagi
yang cerah ini aku sudah terbangun dari tidurku aku pun langsung berlari menuju
jendela kamarku dan membukanya untuk menghirup udara pagi yang cerah ini di
Seoul. Sudah lama aku tidak pulang ke tanah kelahiranku, selama 5 tahun aku berada
di Jepang untuk melanjutkan study-ku tidak terasa sekarang aku sudah berada di
tanah kelahiranku. Aku pulang ke Seoul untuk melanjutkan perusahaan Appa yang
berada di Seoul karena aku adalah
tunggal maka dari itu Appa memintaku untuk mengurus perusahaan yang ada di
Seoul sedangkan Appa akan mengurus perusahaan yang ada di Paris. Setelah
selesai menghirup udara pagi aku bergegas menuju kamar mandi dan aku langsung
menuangkan sabun beraroma lavender kedalam bathup. Selesai mandi aku langsung
berpakaian menggunakan baju kantorku, setelah sudah rapi aku langsung keluar
kamar menuju meja makan untuk sarapan bersama kedua orang tuaku. “ Annyeong
eomma, appa” sapaku pada kedua orang tuaku sambill mencium pipinya.
“ Annyeong
chagiya” jawab Eomma. Aku hanya tersenyum mendengarnya dan langsung duduk di
depan eommaku lalu memakan sarapanku dengan lahap jujur saja aku sangat
merindukan makanan korea karena selama di Jepang aku selalu memakan makanan
Jepang. “ Bagaimana apa kau sudah siap untuk mengurus perusahaan kita Yoon
ji-ah?” tanya Appa padaku. Ya namaku adalah Kim Yoon Ji. Dan Appaku bernama Kim
Young min dan Eommaku bernama Ahn Jihyun. Aku langsung memberhentikan
sarapanku. “ Tentu saja aku siap Appa. Aku tidak akan mengecewakan Eomma dan
Appaku yang kusayangi ini.” Kataku sambil memeluk kedua orang tuaku.
“ Ne
arraseo, kajja berangkat” ucap Appa sambil merapihkan jasnya. Aku mengangguk
langsung mengambil tas jestinaku. “ Arra, eomma aku berangkat anyeong” pamitku
pada eomma tak lupa mencium pipinya. Selama di dalam mobil aku hanya memainkan
ponselku melihat fotoku bersama seseorang yang sangat ku cintai, ya dia adalah
Cho Kyuhyun namja yang sangat aku cintai tapi semua cinta itu palsu ternyata
dia hanya menganggapku adalah tak lebih dari sebuah barang taruhan dan
menghianatiku. Begitu menyakitkan jika aku mengingatnya hingga tak terasa air
mataku jatuh dengan cepat aku megusapnya agar Appa tidak melihatnya. Akhirnya
aku sampai di kantor bersama Appaku. “ Anyeong aku akan memperkenalkan dia
adalah putriku yang akan memimpin Kim Choperation Kim Yoon Ji” kata Appa
mempersilahkan aku ke depan. Aku membungkukkan badanku. “ Annyeong yeorobeun
Kim Yoon Ji imnida bagaseumpnida” ucapku sambil tersenyum. Para karyawanku
membalas senyumanku. “ Annyeong sajangnim”.
Saat
ini aku sedang duduk di ruangku sambil memeriksa berkas-berkas yang akan
digunakan untuk meeting hari ini. Tok tok. Bunyi ketukan pintu di luar. “
Masuk” ucapku tanpa mengalihkan pandanganku. “ Jaesongnimda sajangnim” ucap
sekertarisku Shin Jiha. Aku langsung menaruh tumpukan kertas tersebut di mejaku
dan menatapnya sambil tersenyum. “ Waegueru Jiha-ssi?” tanyaku. Jiha langsung
membungkukkan badannya. “ Saya ingin menyampaikan rapat akan segera dimulai
sajangnim” katanya sopan. Aku hanya menganggukkan kepala dan langsung berjalan
keluar menuju ruang meeting. Sesampainya di ruang meeting aku langsung duduk
dan menjelaskan untuk pembuatan proyek yang berada di Busan dan Gyongbu. Kurang
lebih setengah jam di ruang meeting. “
Baiklah sampai disini meeting kita terima kasih untuk kerja samanya annyeong”
ucapku sambil membungkuk tak lupa senyumanku. Aku langsung menuju ruanganku
untuk mengambil tas dan berjalan keluar. “ Jiha-ssi apa ada rapat lagi?”
tanyaku. Jiha langsung memeriksa jadwal. “ Tidak ada sajangnim, maaf kalau
boleh saya tahu sajangnim mau kemana pada jam makan siang ini?” aku mengangguk.
“ Baiklah, aku mau bertemu eomma. Baiklah kalau begitu saya pergi dulu anyeong”
jawabku sambil tersenyum. Jiha membungkukkan badannya dan tersenyum.
Aku
langsung duduk di cafe apeugondjong dan memesan minuman sambil menunggu Eomma,
sepuluh menit aku menunggu terdengar bunyi pintu cafe terbuka pertanda ada
pengunjung yang datang aku langsung mengarahkan pandanganku ternyata Eomma yang
datang. Eomma langsung duduk dihadapanku. “ Mianhaeyo sayang, eomma terlambat
tadi eomma bertemu dengan teman eomma dulu” kata Eomma menjelaskan. Aku hanya
mengangguk kesal. “ Gwaenchana eomma, ada keperluan apa eomma mengajakku
bertemu di cafe ? seharusnya aku ada meeting saat ini dengan klaien tapi eomma
mengajakku bertemu jadi aku harus membatalkan meeting ini” ucapku panjang
lebar. Eomma hanya tersenyum manis padaku. “ ckck baru saja sehari kau bekerja
di perusahaan kau sudah sangat sibuk Yoon-ah, kau tenang saja eomma sudah
mengatakannya pada Appa dan Appa yang mengambil kendali perusahaan saat ini”
jelas eomma panjang lebar.
Aku
menghembuskan nafas. “ Arraseo”. Malam harinya aku dan kedua orang tuaku
langsung pergi menuju cafe Seoul bintang lima, sesampainya aku dan orang tuaku
langsung duduk berhadapan dengan keluarga Cho. “ Annyeong Kim Hunggo sudah lama
kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?” tanya Tuan Cho, Appa balas memeluknya.
“ Annyeong Cho Young min, haha kabarku tentu saja baik begitupun denganmu” kata
Appa sambil melepaskan pelukannya. Aku duduk di samping Eomma hanya bisa
tersenyum. “ Ahh ini pasti putrimu bukan Yoon Ji?” tanya Nyonya Cho. Eomma
tertawa. “ Tentu saja Hana-ah makin cantik bukan putriku? Dimana putramu yang
tampan itu?” tanya eomma. Nyonya Cho tertawa. “ Haha, sebentar lagi dia
datang”. Aku langsung berdiri. “ Permisi, aku mau ke toilet sebentar” kataku
lalu membungkuk dan berjalan menuju toilet. Lima menit aku kembali menuju meja
tempat makan malam kami. “ Mianhae aku telat datang, tadi ada keperluan mendadak”
kata seorang pria yang berada di belakangku, sepertinya aku sangan mengenal
suara ini. Aku pun langsung membalikkan badanku dan betapa terkejutnya aku
ternyata pria itu adalah Cho Kyuhyun laki-laki yang selama ini aku cintai dan
aku benci. “ Neo!!!” seruku bersamanya.
Eomma
dan Appa saling menatap begitu pun juga Tuan dan Nyonya Cho. “ Apa kalian sudah
saling mengenal?” tanya Eomma padaku. Aku pun langsung tersadar. “ Anniya, aku
tidak mengenalnya eomma” jawabku langsung duduk di samping eomma dan secara
langsung berhadapan dengannya. Tiba-tiba saja Appa. “ Baiklah sekarang kita
langsung saja ke intinya, bagaimana Young min-ah?” tanya Appa. Aku hanya
membuang wajahku keluar karena disini sangat membosankan di tambah lagi aku
harus bertemu dengan pria ini. “ Baiklah kita berkumpul disini untuk membicarakan
tentang pernikahan putra – putri kami yang akan kita laksanakan dua minggu
mendatang” kata Tuan Cho. Aku yang tidak berniat dengan acara ini langsung
memalingkan wajahku dengan sangat terkejut.
“Mwoo??
Menikah?” tanyaku terkejut. Eomma hanya tersenyum. “ Iya sayang kau akan
menikah dengan Kyuhyun” jelas eomma. Aku yang yang mendengarnya langsung
berdiri “ Maaf tapi aku tidak akan pernah setuju dengan perjodohan ini apalagi
menikah dengannya” kataku tegas dan langsung pergi. “ Yoon-ah..!!!” panggil
seseorang, tapi tidak aku hiraukan dan aku terus berjalan menuju halte bus atau
pun menunggu taksi. Tiba-tiba ada seseorang yang menarik lenganku. “ Yaaakk
lepaskan!!” seruku sambil meronta. “ Tidak Yoon-ah, aku tahu aku salah pada
waktu itu aku harap kau mau memaafkanku Yoon-ah aku sangat mencintaimu. Aku
ingin kita bisa kembali bersatu lagi Yoon-ah aku benar-benar menyesal dulu
karena aku menjadikanmu sebuah taruhan tapi setelah hubungan kita berakhir aku baru
sadar bahwa aku sangat mencintaimu Yoon-ah. Aku mohon kembalilah padaku
saranghae.. jeongmal saranghae Yoon-ah” kata Kyuhyun sambil menundukkan
kepalanya dengan air mata yang membasahi wajahnya. Aku pun menangis. “ Kau
tidak tahu betapa sakitnya hatiku Kyuhyun-ssi saat aku mendengar kau hanya
menganggapku sebuah barang taruhan dan kau hanya memanfaatkan aku!!! Sekarang
dengan mudahnya kau bilang mencintaiku? Tapi sekarang aku bukanlah Yoon Ji yang
lemah yang hanya terbuai dengan kata-kata manismu itu, ingat satu hal
Kyuhyun-ssi sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa memaafkanmu meskipun
orang tua kita menjodohkan kita, arraseo?” kataku tegas dan penuh penekanan.
Aku langsung melepaskan tanganku darinya dan langsung masuk ke dalam taksi.
Malam
begitu dingin kurasa hujan akan mulai turun seakan tahu apa yang kurasakan saat
ini, hatiku benar-benar sakit dengan kenyataan ini yang aku tahu aku sudah
mulai bisa melupakan kenangan indahku bersamanya tapi mengapa di saat aku mulai
melupakannya ia kembali hadir dalam kehidupanku?. Sudah satu jam aku berada di
Sungai Han , aku pun langsung berjalan menuju halte bus. Sesampainya aku
langsung masuk ke dalam ke dalam rumah saat aku membuka pintu kulihat kedua
orang tuaku menatapku dengan cemas. “ Yoonie kau kemana saja sayang? Kenapa kau
pergi begitu saja tadi? Apa kau tidak tahu kalau eomma begitu mencemaskanmu?
Kenapa kau bisa basah kuyup seperti ini?” tanya eomma bertubi-tubi sambil
memelukku. Aku hanya menghembuskan nafas. “ Mianhae eomma, tadi aku pergi
karena tadi aku ada urusan” kataku langsung berjalan menuju kamar. Baru dua
langkah aku berjalan appa sudah memanggilku “ Yoonie duduklah sebentar ada yang
appa tanyakan padamu?” kata Appa aku hanya menurutinya dan langsung duduk
disamping eomma yang masih mengelus rambutku.
“
Apa kau dan Kyuhyun sudah saling mengenal?” tanya Appa penuh selidik. Aku masih
diam dan menunduk. “ Jawablah Yoongie “ sambung eomma. Aku langsung mengangkat
kepalaku. “ Nde Appa, aku tidak mau di jodohkan dengannya sekalipun eomma dan
appa memaksaku. Aku tetap tidak akan pernah mau di jodohkan dengannya” ucapku
tegas menahan air mataku. Appa menghembuskan nafas. “ Maafkan Appa Yoonie appa
tidak bisa membatalkan perjodohan ini karena ini adalah balas budi appa pada
keluarga Cho, karena mereka telah menyelamatkan perusahaan kita jikalau tidak
ada mereka mungkin perusahaan kita akan bangkrut Yoongie. Appa mohon terimalah
perjodohan ini hanya ini yang bisa appa balas kebaikan mereka dengan
menikahkanmu dengan putra mereka” kata Appa menjelaskan dengan mata
berkaca-kaca. Aku yang sedari tadi menahan tangis akhirnya aku keluarkan. “
Arra appa, aku menerima perjodahan ini” kataku sambil menangis.
Eomma
dan Appa langsung memandangku tidak percaya. “ Jinjja??” kata eomma dan Appa
bersamaan. Aku hanya mengangguk pasrah dan tersenyum. “ Gomawo chagiya” lanjut
Appa, appa langsung mengambil handphone dan menghubungi seseorang. “ Young
min-ah putriku sudah menerima perjodohan ini, kapan kita akan melaksanakan
pernikahan mereka? 2 minggu lagi? Arraseo” ucap Appa dengan wajah bahagia. Aku
langsung menuju kamarku dan masuk ke dalam kamar mandi, selesainya aku langsung
menuju balkon dan menghadap langit. “ Tuhan apakah ini pilihan yang benar? Jika
memang ia takdirku maka satukanlah kami jikalau ia bukan takdirku aku akan
membatalkan perjodohan ini. Aku mohon Tuhan berikanlah aku jalan yang benar
yang harus ku pilih tapi aku sangat menyanyangi kedua orang tuaku” ucapku
sambil memandang langit.
Tok
tok tok ... “ Yoonie bangun sayang Kyuhyun sudah menunggu di bawah sayang” kata
eomma sambil mengetuk pintu kamarku. Aku langsung terbangun dan menuju kamar
mandi untuk membersihkan tubuhku. Aku langsung memakai dress putih tanpa lengan
selutut di padukan dengan blazer putih, aku menguraikan rambutku dan memoleskan
wajahku senatural mungkin. Aku langsung keluar kamar menuju ruang makan disana
sudah terlihat Appa, Eomma, dan Kyuhyun yang sedang asyik bercerita di tengah
sarapan mereka. “ Annyeong Eomma, Appa” sapaku pada kedua orang tuaku tak lupa
mencium pipi mereka dan aku langsung duduk disamping kyuhyun dan memakan
sarapanku. “ Yoonie hari ini kau fiting baju pengantin, kalau tentang dekorasi
dan gereja sudah eomma dan appa yang mengatur serta undangan pernikahan kalian”
kata eomma semangat. Aku hanya tersenyum tipis. “ Aku sudah selesai sarapannya,
ayo Oppa kita harus fiting baju pengantin nanti keburu siang, bye eomma dan
appa” pamitku.
Selama
di dalam mobil tidak ada percakapan aku hanya memandang keluar jendela tanpa
berniat melihat ke arahnya. “ Yoonie maafkan aku, jeongmal mianhae Yoonie” kata
kyuhyun memecah keheningan diantara kami. “ Apa yang perlu di maafkan
kyuhyun-ssi itu sudah berlalu aku tidak ingin membahas itu saat ini meskipun
hatiku masih sakit untuk mengingatnya” jawabku dingin tanpa menoleh ke arahnya.
Ia hanya menghembuskan nafas. “ Arraseo, aku salah aku sangat menyesal” katanya
lagi. Aku langsung melihat ke arahnya yang masih fokus menyetir “ Sekarang kita
tidak usah membahas itu lagi, aku sudah muak mendengarnya” kataku lagi tegas
dan penuh penekanan. Akhirnya kami sampai di butik langganan eomma kyuhyun, aku
dan kyuhyun langsung masuk. “ Annyeong kyuhyun-ah sudah lama kita tidak
bertemu” kata Ahn Junhi yang kutahu adalah pemilik butik ini. “ Aku baik-baik
saja ahjuma, ini Kim Yoon Ji calon istriku aku ingin mencoba gaun pengantin
yang indah untuknya” jawab kyuhyun sambil tersenyum. “ Annyenong Kim Yoon Ji
imnida bagampta” ucapku sambil membungkuk. “ Ah iya Ahn Junhi imnida kau bisa
memanggilku Junhi” katanya sambil tersenyum.
“
Oiya, aku sampai lupa sebentar” katanya langsung menuju lemari yang berisi gaun
pengantin setelah menemukannya. “ Ah Yoon-ah ini gaun pengantin yang sangat
cocok denganmu” katanya lagi sambil memperlihatkan gaun pengantin yang
menurutku yang indah panjang ke belakang dan di depannya pendek sampai lutut,
dan gaun itu tanpa lengan. “ Arra, aku akan mencobanya” kataku langsung
mengambil gaun tersebut langsung berjalan menuju ruang ganti, sepuluh menit aku
langsung berjalan keluar. Aku melihat kyuhyun menggunakan tuxedo putih yang menurutku
tampan memang kuakui kyuhyun itu memang tampan, aish apa yang kau pikirkan
Yoongie, batinku. “ Bagaimana?” tanyaku. Seketika kyuhyun langsung memutar
tubuhnya dan memandangku tanpa berkedip dari ujung kaki sampai atas, aku
memandangnya aneh. “ Kau kenapa oppa? Apa ini terlihat jelek?” tanyaku lagi.
Kyuhyun langsung sadar.” Ah aniya, neoumu yeppo Yoonie” katanya tersenyum
manis. Aku membalas dengan senyum manisku. “ Gomawo” ucapku. Aku langsung
berjalan menuju ruang ganti lagi dan mengganti dengan pakaianku yang tadi.
“
Ahjuma aku mengambil gaun dan tuxedo yang tadi kami gunakan” ucap kyuhyun. “
Arra kyuhyun-ah aku akan mengirimkan padamu, selamat untuk pernikahan kalian”
kata ahjuma Junhi sambil tersenyum. Aku
dan kyuhyun langsung keluar dari butik tersebut dan masuk ke dalam mobil, hari
ini aku dan kyuhyun akan menuju toko perhiasan untuk membeli cincin pernikahan
kami,sesampainya aku langsung menuju toko perhiasan aku langsung melihat cincin
itu berwarna putih mengkilap dan banyak krystalnya. “ Chogio, aku boleh melihat
cincin itu” kataku pada pelayan toko sambil menunjuk cincin tersebut pelayan
pun langsung memberikan cincin itu padaku. “ Sangat indah” gumamku pelan. “
Baiklah saya ambil cincin itu” kata seseorang yang langsung menyadarkanku dan mengalihkan
wajahku padanya. “ Apa maksudmu oppa?” tanyaku tidak mengerti. Ia hanya
tersenyum. “ Bukankah kau menyukai cincin itu? Aku akan membelikannya untuk
sebagai cincin pernikahan kita” jawabnya tersenyum. “ Jeongmal??” tanyaku tidak
percaya. Ia hanya mengangguk dan mengeluarkan berapa ratus won dan mengambil
cincin tersebut lalu memberikannya padaku.
Sekarang
kami berada di restoran untuk makan malam pelayan tersebut memberikan buku
menu. “ Aku pesan kimchi dan minum wine” ucapku. “ Aku sama saja dengan dia”
katanya. “ Baiklah tunggu sepuluh menit” kata pelayan tersebut langsung pergi.
Aku hanya diam memandang kearah luar jendela tak ada minat sedikit pun untuk
melihat ke arahnya jika bukan karna appa aku tidak akan pernah mau menerima
perjodohan ini bagiku ini benar – benar mimpi buruk. “ Aku tahu kau belum bisa
menerima perjodohan ini sepenuhnya Yoonie, aku cukup mengerti kau juga belum
bisa memaafkan kesalahan ku dulu aku tahu bagaimana rasanya sakitnya di hianati
dan hanya di jadikan bahan taruhan. Aku sungguh menyesal Yoon-ah maafkan aku,
jeongmal mianhae” ucap kyuhyun sambil memandangku sendu. Aku melihatnya matanya
mulai berkaca-kaca. “ Aku sudah memaafkanmu oppa sebelum kau meminta maaf
padaku tapi rasa itu masih membekas di dalam hatiku kau tahu kau adalah cinta
pertamaku bahkan pacar pertamaku dan kau juga yang membuatku terluka. Aku sadar
sekarang cinta itu menyakitkan” jawabku sambil mengeluarkan air mataku yang
sejak tadi kutahan. “ Ini pesanannya, selamat menikmati” kata pelayan tersebut.
“
Gamsahabnida” jawab kyuhyun. Aku langsung memakan makananku, selesai makan
kyuhyun mengantarku pulang, selama di dalam mobil aku hanya diam begitupun
kyuhyun tidak ada percakapan di antara kami. Mobil sport merah kyuhyun berhenti
di depan halaman rumahku. “ Gomawo oppa, jaljayo” ucapku lalu membuka pintu
mobil. Sebelum aku membuka pintu mobil ada sebuah tangan yang menahanku, aku
langsung menolehkan kepalaku. “ Waeyo?” tanyaku bingung. Tiba-tiba wajah
kyuhyun mendekat ke arahku dan ia mencium keningku lembut. “ Saranghaeyo”
katanya. Aku masih diam membeku atas perbuatannya aku pun langsung tersadar dan
keluar dari mobilnya. aku membuka pintu rumah dan aku langsung berlari menuju
kamarku dan menguncinya. “ Hiks.. hikss .. hiks .. kenapa kau lakukan itu lagi oppa,
aku sudah berusaha untuk melupakan semua itu tapi kenapa rasa sakit itu datang
lagi hiks .. hiks ..” kataku sambil menangis sesegukan.
Pagi
datang begitu cepat aku langsung membuka mataku kepalaku terasa sakit mungkin
efek aku menangis semalam, aku langsung berdiri menuju kamar mandi untuk
membersihkan tubuhku dan menghilangkan rasa sakit di kepalaku. Selesai mandi
aku langsung menuju lemari pakaian aku hanya menggunakan pakaian biasa dan
menuju tempat rias aku melihat wajahku di depan cermin tampak begitu kacau
mataku membengkak. Tanpa babibu lagi aku langsung memoleskan wajahku dengan
bedak agak tebal untuk menutupi mataku yang bengkak. Setelah selesai aku
langsung keluar dari kamarku menuju ruang makan. “ Pagi appa” sapaku langsung
mengecup pipinya. “ Pagi eomma” lalu mengecup pipinya. “ Pagi juga sayang” kata
appa dan eomma bersamaan. Aku pun langsung sarapan dengan terburu-buru tanpa
mempedulikan tatapan kedua orang tuaku yang melihatku dengan tatapan aneh. “
Kau makan cepat sekali? Memangnya kau mau kemana?” tanya appa. Aku langsung
meminum air putih dan mengelap mulutku. “ Aku harus pergi, karena hari ini aku
ingin bertemu dengan Kyuhyun oppa, yaudah ya aku pergi annyeong” kataku
langsung beranjak pergi.
Saat
ini aku sudah berada di Caffe yang sudah di janjikan olehnya –Kyuhyun oppa-
sepuluh menit kemudian ia datang menggunakan kemeja kotak-kotak ya walaupun
masih kelihatan tampan, aishh apa yang kau pikirkan Yoon-ah sudahlah lagi pula
dia sudah menyakitimu ingat itu, batinku. “ Yoon-ah apa kau baik-baik saja?”
tanya Kyuhyun oppa khawatir. Aku pun langsung tersadar dari lamunanku. “ Ah ..
ah .. ani aku baik-baik saja” jawabku gugup. Kyuhyun oppa hanya tersenyum tipis.
“ Kau dari dulu tidak pernah berubah Yoon-ah,selalu saja tidak mau jujur”
ucapnya. Aku hanya tersenyum tipis melihatnya. “ Ada apa kau ingin bertemu
denganku?” tanyaku to the point. “ Tak bisakah kita makan dulu?” tanyanya. Aku
menggeleng. “ Ani aku harus buru-buru tidak ada waktu” jawabku ketus. Ia lalu
menghela nafas. “ Arra, pernikahan kita di percepat jadi pernikahan kita akan
di laksanakan lusa pemberkatan dan resepsi” jelasnya. Aku hanya menganga. “
MWO???!!!!” teriakku. “ Kenapa tidak ada yang memberitahuku? Aishh jinjja!
Kenapa jadi mendadak begini?” lanjutku frustasi. Kyuhyun oppa hanya tersenyum.
“ Molla, aku saja baru di beritahu semalam katanya mereka sudah tidak sabar
untuk menimang cucu dari kita” jawabnya. Aku membulatkan mataku. “ MWO???!!
Aishhh jinjja! Mereka benar-benar keterlaluan tak tahukah aku belum siap untuk
menjadi seorang ibu,arrrggghhh ini membuatku pusing” kataku sambil mengacak
rambutku. “ Aku pulang, annyeong” lanjutku lagi langsung pergi meninggalkan
Kyuhyun oppa yang bingung dengan keadaanku, masa bodoh lah yang penting aku
harus menangkan diri dulu. Bagiku pernikahan ini masih terlalu cepat mengingat
usiaku masih 22 tahun. Eomma dan appa
benar-benar keterlaluan. Sekarang aku berada di jembatan Banpao melihat
pemandangan yang indah yang aku ketahui sebentar lagi Seoul akan memasuki musim
gugur. “ Apa kau tidak kedinginan? Hanya dengan menggunakan cardigan tipis dan
tutupi syal?” kata seseorang yang tiba-tiba berada di sampingku yang entah
darimana datangnya. Aku langsung mengalihkan wajahku padanya dan betapa
terkejutnya ternyata ia adalah sahabatku yang di Jepang Oh Sehun. “ Sehun-ah
bogoshipeo” kataku senang langsung menghambur memeluknya, betapa aku merindukan
sahabatku ini. “ Yakk, aku sulit bernafas Yoon-ah” katanya sambil berusaha
melepaskan pelukanku. “ Ahh .. ahh .. aishh jinjja! Aku sulit bernafas pabbo. Kau dari dulu tidak berubah
memeluk orang sampai kencang” gerutu sehun sambil mengambil nafas. Aku hanya
cengir saja. “ Mianhae Sehun-ah aku itu benar-benar merindukanmu” jawabku
sambil mengerucutkan bibirku.
“
Hahahaha ... kau lucu sekali Yoon-ah” Sehun tertawa terbahak-bahak membuatku
mengerucutkan bibirku kembali. “ Yakkkk diam kau!!” teriaku kesal karena ia
tidak mau berhenti tertawa. “ Hahaha baiklah, bagaimana kabarmu?” tanyanya
sambil tersenyum.
“
Baik, bagaimana denganmu? Kau selama ini kemana saja, hah? Bahkan kau tidak
pernah mengabariku sama sekali?” tanyaku bertubi-tubi seperti mengintrogasi. Ia
melihatku dengan tampang kesal. “ Aishh tanyalah satu-satu, baiklah tentu
kabarku baik-baik saja. Mianhae saat kita wisuda aku langsung terbang ke china
karena appa ku sedang sakit makanya saat itu aku tidak mengabarimu. Mianhae aku
tidak mengabarimu selama ini karena aku sedang sibuk dengan perusahaan appaku
yang di china saat ini aku berada di Seoul karena ada rapat seminggu disini dan
bekerja sama dengan Cho Coporation. Dan aku juga mendengar kabar lusa kau akan
menikah dengan Cho Kyuhyun rekan bisnisku aku juga di undang ke pernikahanmu.
Dan satu pintaku berbahagialah kau dengannya aku sudah melihat kalau dia itu
sungguh-sungguh mencintaimu Yoon-ah tidak seperti dulu saat kita masih kuliah
dia mempermainkanmu” jelasnya panjang
lebar. Aku hanya menunduk mencerna kata-katanya. Tiba-tiba ia langsung
menarikku ke dalam pelukannya dan aku menangis di hadapannya. “ Hiks .. hiks ..
aku tidak bisa Sehun-ah hatiku sudah terlalu sakit menerimanya. Aku tidak bisa
hiks .. hikss ..” isakku. Sehun mengelus punggungku dan menangkanku. “ Sudalah,
berjanjilah padaku kau akan bahagia Yoon-ah jangan menangis lagi. Bagaimana
kalau kita jalan-jalan saja?” ajaknya padaku. Aku langsung menghapus air mataku
dan mengangguk.
Tidak
terasa hari ini adalah hari pernikahanku dengannya. Jujur saja aku tidak siap
untuk menikah dengannya aku melakukan ini semua untuk bumonimku. Tapi rasa
sakit itu masih ada hingga sekarang. Saat ini aku sedang di rias dan melihat ke
cermin betapa cantiknya aku memakai gaun putih dengan punggung terbuka dan
bentuk pinggang yang begitu melekat di tubuhku. “ Chagi kau sudah siap” panggil
eomma yang tiba-tiba membuka pintu kamarku. Aku langsung tersadar dan memasang
tersenyum yang terbaik. “ Ah, nde eomma” eomma tersenyum melihatku “ Kau sangat
cantik Yoon-ah, neomu yeppo”. Aku hanya tersenyum lalu keluar menuju dari kamar
menuju mobil untuk berangkat ke gereja untuk acara pemberkatan. Sesampainya, appa
langsung mengulurkan tangannya padaku dan aku menerimanya, pintu gereja pun
terbuka aku melihat Kyuhyun oppa menggunakan tuxedo putih yang begitu tampan. Tanpa aku sadari
aku sudah berada di hadapan pastur dan appa langsung menyerahkan tanganku pada
Kyuhyun oppa dan Kyuhyun oppa menerimanya sambil tersenyum. “ Jaga baik-baik
putriku Kyu-ah aku percayakan padamu” kata Appa. “ Aku akan menjaganya Abonim”
jawabnya.
“ Baiklah pemberkatan ini akan kita
mulai” ucap sang pastur. “Cho Kyuhyun, Bersediakah kau menerima Kim Yoonji sebagai
istrimu, menjalani kehidupan bersama, sakit ataupun sehat, susah ataupun senang
dan menjadi ayah bagi anak-anaknya?”
“Ya, saya bersedia..”
jawab Kyuhyun tegas dan lantang.
Pastur itu pun tersenyum
dan matanya beralih padaku. Seketika degup jantungku semakin kencang.
“Kim Yoonji, bersediakah
kau menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu, menjalani kehidupan bersama, sakit
ataupun sehat, susah ataupun senang menjadi ibu bagi anak-anaknya?”
Aku menelan ludah. Menarik
nafas panjang. Aku merasa semua mata tertuju padaku saat ini.
“Y.. Ya.. saya bersedia..”
“
Kalian saya resmikan menjadi sepasang suami istri silakan mempelai pria memakai
cincin pada mempelai wanita”. Kyuhyun pun langsung mengambil cincin tersebut
dan memakaikannya di jari manis kananku, selanjutnya aku memakaikannya di jari
manisnya. “ Sekarang mempelai pria mencium mempelai wanita”. Ini yang akhirnya
ku tunggu yang membuatku gugup, Kyuhyun langsung membuka penutup yang ada di
wajahku dan memandangku tersenyum, perlahan wajahnya mendekat kearahku aku
hanya bisa memejamkan mataku hingga sesuatu yang lembut mendarat di bibirku.
First kiss ku. Setelah berciuman aku dan Kyuhyun melemparkan bunga, acara
resepsi pun berjalan dengan lancar aku dan Kyuhyun langsung menemui kedua orang
tua kami. “ Kyuhyun-ah tolong jaga putriku baik-baik aku serahkan padamu”
nasehat Appa. “ Appa apa kau tak akan merindukanku, eoh?” tanyaku manja sambil
mempaoutkan bibirku. Mereka semua hanya tertawa melihatku. “ Nde, Aboniem aku
akan menjaga istriku dengan baik” jawab Kyuhyun mantap. Mereka semua hanya
tersenyum. “ Baiklah sekarang kalian pulanglah kalian harus istirahat, dan
untuk kau Yoonji-ah kalau Kyuhyun bersikap kekanakan laporlah pada eomma ne”
pesan eomma. Aku hanya tersenyum. “ Nde ommoniem”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar