Sabtu, 02 November 2013

My Life Complete

Pagi yang cerah ini aku sudah terbangun dari tidurku aku pun langsung berlari menuju jendela kamarku dan membukanya untuk menghirup udara pagi yang cerah ini di Seoul. Sudah lama aku tidak pulang ke tanah kelahiranku, selama 5 tahun aku berada di Jepang untuk melanjutkan study-ku tidak terasa sekarang aku sudah berada di tanah kelahiranku. Aku pulang ke Seoul untuk melanjutkan perusahaan Appa yang berada di Seoul  karena aku adalah tunggal maka dari itu Appa memintaku untuk mengurus perusahaan yang ada di Seoul sedangkan Appa akan mengurus perusahaan yang ada di Paris. Setelah selesai menghirup udara pagi aku bergegas menuju kamar mandi dan aku langsung menuangkan sabun beraroma lavender kedalam bathup. Selesai mandi aku langsung berpakaian menggunakan baju kantorku, setelah sudah rapi aku langsung keluar kamar menuju meja makan untuk sarapan bersama kedua orang tuaku. “ Annyeong eomma, appa” sapaku pada kedua orang tuaku sambill mencium pipinya.
“ Annyeong chagiya” jawab Eomma. Aku hanya tersenyum mendengarnya dan langsung duduk di depan eommaku lalu memakan sarapanku dengan lahap jujur saja aku sangat merindukan makanan korea karena selama di Jepang aku selalu memakan makanan Jepang. “ Bagaimana apa kau sudah siap untuk mengurus perusahaan kita Yoon ji-ah?” tanya Appa padaku. Ya namaku adalah Kim Yoon Ji. Dan Appaku bernama Kim Young min dan Eommaku bernama Ahn Jihyun. Aku langsung memberhentikan sarapanku. “ Tentu saja aku siap Appa. Aku tidak akan mengecewakan Eomma dan Appaku yang kusayangi ini.” Kataku sambil memeluk kedua orang tuaku.
“ Ne arraseo, kajja berangkat” ucap Appa sambil merapihkan jasnya. Aku mengangguk langsung mengambil tas jestinaku. “ Arra, eomma aku berangkat anyeong” pamitku pada eomma tak lupa mencium pipinya. Selama di dalam mobil aku hanya memainkan ponselku melihat fotoku bersama seseorang yang sangat ku cintai, ya dia adalah Cho Kyuhyun namja yang sangat aku cintai tapi semua cinta itu palsu ternyata dia hanya menganggapku adalah tak lebih dari sebuah barang taruhan dan menghianatiku. Begitu menyakitkan jika aku mengingatnya hingga tak terasa air mataku jatuh dengan cepat aku megusapnya agar Appa tidak melihatnya. Akhirnya aku sampai di kantor bersama Appaku. “ Anyeong aku akan memperkenalkan dia adalah putriku yang akan memimpin Kim Choperation Kim Yoon Ji” kata Appa mempersilahkan aku ke depan. Aku membungkukkan badanku. “ Annyeong yeorobeun Kim Yoon Ji imnida bagaseumpnida” ucapku sambil tersenyum. Para karyawanku membalas senyumanku. “ Annyeong sajangnim”.
Saat ini aku sedang duduk di ruangku sambil memeriksa berkas-berkas yang akan digunakan untuk meeting hari ini. Tok tok. Bunyi ketukan pintu di luar. “ Masuk” ucapku tanpa mengalihkan pandanganku. “ Jaesongnimda sajangnim” ucap sekertarisku Shin Jiha. Aku langsung menaruh tumpukan kertas tersebut di mejaku dan menatapnya sambil tersenyum. “ Waegueru Jiha-ssi?” tanyaku. Jiha langsung membungkukkan badannya. “ Saya ingin menyampaikan rapat akan segera dimulai sajangnim” katanya sopan. Aku hanya menganggukkan kepala dan langsung berjalan keluar menuju ruang meeting. Sesampainya di ruang meeting aku langsung duduk dan menjelaskan untuk pembuatan proyek yang berada di Busan dan Gyongbu. Kurang lebih  setengah jam di ruang meeting. “ Baiklah sampai disini meeting kita terima kasih untuk kerja samanya annyeong” ucapku sambil membungkuk tak lupa senyumanku. Aku langsung menuju ruanganku untuk mengambil tas dan berjalan keluar. “ Jiha-ssi apa ada rapat lagi?” tanyaku. Jiha langsung memeriksa jadwal. “ Tidak ada sajangnim, maaf kalau boleh saya tahu sajangnim mau kemana pada jam makan siang ini?” aku mengangguk. “ Baiklah, aku mau bertemu eomma. Baiklah kalau begitu saya pergi dulu anyeong” jawabku sambil tersenyum. Jiha membungkukkan badannya dan tersenyum.
Aku langsung duduk di cafe apeugondjong dan memesan minuman sambil menunggu Eomma, sepuluh menit aku menunggu terdengar bunyi pintu cafe terbuka pertanda ada pengunjung yang datang aku langsung mengarahkan pandanganku ternyata Eomma yang datang. Eomma langsung duduk dihadapanku. “ Mianhaeyo sayang, eomma terlambat tadi eomma bertemu dengan teman eomma dulu” kata Eomma menjelaskan. Aku hanya mengangguk kesal. “ Gwaenchana eomma, ada keperluan apa eomma mengajakku bertemu di cafe ? seharusnya aku ada meeting saat ini dengan klaien tapi eomma mengajakku bertemu jadi aku harus membatalkan meeting ini” ucapku panjang lebar. Eomma hanya tersenyum manis padaku. “ ckck baru saja sehari kau bekerja di perusahaan kau sudah sangat sibuk Yoon-ah, kau tenang saja eomma sudah mengatakannya pada Appa dan Appa yang mengambil kendali perusahaan saat ini” jelas eomma panjang lebar.
Aku menghembuskan nafas. “ Arraseo”. Malam harinya aku dan kedua orang tuaku langsung pergi menuju cafe Seoul bintang lima, sesampainya aku dan orang tuaku langsung duduk berhadapan dengan keluarga Cho. “ Annyeong Kim Hunggo sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?” tanya Tuan Cho, Appa balas memeluknya. “ Annyeong Cho Young min, haha kabarku tentu saja baik begitupun denganmu” kata Appa sambil melepaskan pelukannya. Aku duduk di samping Eomma hanya bisa tersenyum. “ Ahh ini pasti putrimu bukan Yoon Ji?” tanya Nyonya Cho. Eomma tertawa. “ Tentu saja Hana-ah makin cantik bukan putriku? Dimana putramu yang tampan itu?” tanya eomma. Nyonya Cho tertawa. “ Haha, sebentar lagi dia datang”. Aku langsung berdiri. “ Permisi, aku mau ke toilet sebentar” kataku lalu membungkuk dan berjalan menuju toilet. Lima menit aku kembali menuju meja tempat makan malam kami. “ Mianhae aku telat datang, tadi ada keperluan mendadak” kata seorang pria yang berada di belakangku, sepertinya aku sangan mengenal suara ini. Aku pun langsung membalikkan badanku dan betapa terkejutnya aku ternyata pria itu adalah Cho Kyuhyun laki-laki yang selama ini aku cintai dan aku benci. “ Neo!!!” seruku bersamanya.
Eomma dan Appa saling menatap begitu pun juga Tuan dan Nyonya Cho. “ Apa kalian sudah saling mengenal?” tanya Eomma padaku. Aku pun langsung tersadar. “ Anniya, aku tidak mengenalnya eomma” jawabku langsung duduk di samping eomma dan secara langsung berhadapan dengannya. Tiba-tiba saja Appa. “ Baiklah sekarang kita langsung saja ke intinya, bagaimana Young min-ah?” tanya Appa. Aku hanya membuang wajahku keluar karena disini sangat membosankan di tambah lagi aku harus bertemu dengan pria ini. “ Baiklah kita berkumpul disini untuk membicarakan tentang pernikahan putra – putri kami yang akan kita laksanakan dua minggu mendatang” kata Tuan Cho. Aku yang tidak berniat dengan acara ini langsung memalingkan wajahku dengan sangat terkejut.
“Mwoo?? Menikah?” tanyaku terkejut. Eomma hanya tersenyum. “ Iya sayang kau akan menikah dengan Kyuhyun” jelas eomma. Aku yang yang mendengarnya langsung berdiri “ Maaf tapi aku tidak akan pernah setuju dengan perjodohan ini apalagi menikah dengannya” kataku tegas dan langsung pergi. “ Yoon-ah..!!!” panggil seseorang, tapi tidak aku hiraukan dan aku terus berjalan menuju halte bus atau pun menunggu taksi. Tiba-tiba ada seseorang yang menarik lenganku. “ Yaaakk lepaskan!!” seruku sambil meronta. “ Tidak Yoon-ah, aku tahu aku salah pada waktu itu aku harap kau mau memaafkanku Yoon-ah aku sangat mencintaimu. Aku ingin kita bisa kembali bersatu lagi Yoon-ah aku benar-benar menyesal dulu karena aku menjadikanmu sebuah taruhan tapi setelah hubungan kita berakhir aku baru sadar bahwa aku sangat mencintaimu Yoon-ah. Aku mohon kembalilah padaku saranghae.. jeongmal saranghae Yoon-ah” kata Kyuhyun sambil menundukkan kepalanya dengan air mata yang membasahi wajahnya. Aku pun menangis. “ Kau tidak tahu betapa sakitnya hatiku Kyuhyun-ssi saat aku mendengar kau hanya menganggapku sebuah barang taruhan dan kau hanya memanfaatkan aku!!! Sekarang dengan mudahnya kau bilang mencintaiku? Tapi sekarang aku bukanlah Yoon Ji yang lemah yang hanya terbuai dengan kata-kata manismu itu, ingat satu hal Kyuhyun-ssi sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa memaafkanmu meskipun orang tua kita menjodohkan kita, arraseo?” kataku tegas dan penuh penekanan. Aku langsung melepaskan tanganku darinya dan langsung masuk ke dalam taksi.
Malam begitu dingin kurasa hujan akan mulai turun seakan tahu apa yang kurasakan saat ini, hatiku benar-benar sakit dengan kenyataan ini yang aku tahu aku sudah mulai bisa melupakan kenangan indahku bersamanya tapi mengapa di saat aku mulai melupakannya ia kembali hadir dalam kehidupanku?. Sudah satu jam aku berada di Sungai Han , aku pun langsung berjalan menuju halte bus. Sesampainya aku langsung masuk ke dalam ke dalam rumah saat aku membuka pintu kulihat kedua orang tuaku menatapku dengan cemas. “ Yoonie kau kemana saja sayang? Kenapa kau pergi begitu saja tadi? Apa kau tidak tahu kalau eomma begitu mencemaskanmu? Kenapa kau bisa basah kuyup seperti ini?” tanya eomma bertubi-tubi sambil memelukku. Aku hanya menghembuskan nafas. “ Mianhae eomma, tadi aku pergi karena tadi aku ada urusan” kataku langsung berjalan menuju kamar. Baru dua langkah aku berjalan appa sudah memanggilku “ Yoonie duduklah sebentar ada yang appa tanyakan padamu?” kata Appa aku hanya menurutinya dan langsung duduk disamping eomma yang masih mengelus rambutku.
“ Apa kau dan Kyuhyun sudah saling mengenal?” tanya Appa penuh selidik. Aku masih diam dan menunduk. “ Jawablah Yoongie “ sambung eomma. Aku langsung mengangkat kepalaku. “ Nde Appa, aku tidak mau di jodohkan dengannya sekalipun eomma dan appa memaksaku. Aku tetap tidak akan pernah mau di jodohkan dengannya” ucapku tegas menahan air mataku. Appa menghembuskan nafas. “ Maafkan Appa Yoonie appa tidak bisa membatalkan perjodohan ini karena ini adalah balas budi appa pada keluarga Cho, karena mereka telah menyelamatkan perusahaan kita jikalau tidak ada mereka mungkin perusahaan kita akan bangkrut Yoongie. Appa mohon terimalah perjodohan ini hanya ini yang bisa appa balas kebaikan mereka dengan menikahkanmu dengan putra mereka” kata Appa menjelaskan dengan mata berkaca-kaca. Aku yang sedari tadi menahan tangis akhirnya aku keluarkan. “ Arra appa, aku menerima perjodahan ini” kataku sambil menangis.
Eomma dan Appa langsung memandangku tidak percaya. “ Jinjja??” kata eomma dan Appa bersamaan. Aku hanya mengangguk pasrah dan tersenyum. “ Gomawo chagiya” lanjut Appa, appa langsung mengambil handphone dan menghubungi seseorang. “ Young min-ah putriku sudah menerima perjodohan ini, kapan kita akan melaksanakan pernikahan mereka? 2 minggu lagi? Arraseo” ucap Appa dengan wajah bahagia. Aku langsung menuju kamarku dan masuk ke dalam kamar mandi, selesainya aku langsung menuju balkon dan menghadap langit. “ Tuhan apakah ini pilihan yang benar? Jika memang ia takdirku maka satukanlah kami jikalau ia bukan takdirku aku akan membatalkan perjodohan ini. Aku mohon Tuhan berikanlah aku jalan yang benar yang harus ku pilih tapi aku sangat menyanyangi kedua orang tuaku” ucapku sambil memandang langit.
Tok tok tok ... “ Yoonie bangun sayang Kyuhyun sudah menunggu di bawah sayang” kata eomma sambil mengetuk pintu kamarku. Aku langsung terbangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku. Aku langsung memakai dress putih tanpa lengan selutut di padukan dengan blazer putih, aku menguraikan rambutku dan memoleskan wajahku senatural mungkin. Aku langsung keluar kamar menuju ruang makan disana sudah terlihat Appa, Eomma, dan Kyuhyun yang sedang asyik bercerita di tengah sarapan mereka. “ Annyeong Eomma, Appa” sapaku pada kedua orang tuaku tak lupa mencium pipi mereka dan aku langsung duduk disamping kyuhyun dan memakan sarapanku. “ Yoonie hari ini kau fiting baju pengantin, kalau tentang dekorasi dan gereja sudah eomma dan appa yang mengatur serta undangan pernikahan kalian” kata eomma semangat. Aku hanya tersenyum tipis. “ Aku sudah selesai sarapannya, ayo Oppa kita harus fiting baju pengantin nanti keburu siang, bye eomma dan appa” pamitku.
Selama di dalam mobil tidak ada percakapan aku hanya memandang keluar jendela tanpa berniat melihat ke arahnya. “ Yoonie maafkan aku, jeongmal mianhae Yoonie” kata kyuhyun memecah keheningan diantara kami. “ Apa yang perlu di maafkan kyuhyun-ssi itu sudah berlalu aku tidak ingin membahas itu saat ini meskipun hatiku masih sakit untuk mengingatnya” jawabku dingin tanpa menoleh ke arahnya. Ia hanya menghembuskan nafas. “ Arraseo, aku salah aku sangat menyesal” katanya lagi. Aku langsung melihat ke arahnya yang masih fokus menyetir “ Sekarang kita tidak usah membahas itu lagi, aku sudah muak mendengarnya” kataku lagi tegas dan penuh penekanan. Akhirnya kami sampai di butik langganan eomma kyuhyun, aku dan kyuhyun langsung masuk. “ Annyeong kyuhyun-ah sudah lama kita tidak bertemu” kata Ahn Junhi yang kutahu adalah pemilik butik ini. “ Aku baik-baik saja ahjuma, ini Kim Yoon Ji calon istriku aku ingin mencoba gaun pengantin yang indah untuknya” jawab kyuhyun sambil tersenyum. “ Annyenong Kim Yoon Ji imnida bagampta” ucapku sambil membungkuk. “ Ah iya Ahn Junhi imnida kau bisa memanggilku Junhi” katanya sambil tersenyum.
“ Oiya, aku sampai lupa sebentar” katanya langsung menuju lemari yang berisi gaun pengantin setelah menemukannya. “ Ah Yoon-ah ini gaun pengantin yang sangat cocok denganmu” katanya lagi sambil memperlihatkan gaun pengantin yang menurutku yang indah panjang ke belakang dan di depannya pendek sampai lutut, dan gaun itu tanpa lengan. “ Arra, aku akan mencobanya” kataku langsung mengambil gaun tersebut langsung berjalan menuju ruang ganti, sepuluh menit aku langsung berjalan keluar. Aku melihat kyuhyun menggunakan tuxedo putih yang menurutku tampan memang kuakui kyuhyun itu memang tampan, aish apa yang kau pikirkan Yoongie, batinku. “ Bagaimana?” tanyaku. Seketika kyuhyun langsung memutar tubuhnya dan memandangku tanpa berkedip dari ujung kaki sampai atas, aku memandangnya aneh. “ Kau kenapa oppa? Apa ini terlihat jelek?” tanyaku lagi. Kyuhyun langsung sadar.” Ah aniya, neoumu yeppo Yoonie” katanya tersenyum manis. Aku membalas dengan senyum manisku. “ Gomawo” ucapku. Aku langsung berjalan menuju ruang ganti lagi dan mengganti dengan pakaianku yang tadi.
“ Ahjuma aku mengambil gaun dan tuxedo yang tadi kami gunakan” ucap kyuhyun. “ Arra kyuhyun-ah aku akan mengirimkan padamu, selamat untuk pernikahan kalian” kata ahjuma Junhi  sambil tersenyum. Aku dan kyuhyun langsung keluar dari butik tersebut dan masuk ke dalam mobil, hari ini aku dan kyuhyun akan menuju toko perhiasan untuk membeli cincin pernikahan kami,sesampainya aku langsung menuju toko perhiasan aku langsung melihat cincin itu berwarna putih mengkilap dan banyak krystalnya. “ Chogio, aku boleh melihat cincin itu” kataku pada pelayan toko sambil menunjuk cincin tersebut pelayan pun langsung memberikan cincin itu padaku. “ Sangat indah” gumamku pelan. “ Baiklah saya ambil cincin itu” kata seseorang yang langsung menyadarkanku dan mengalihkan wajahku padanya. “ Apa maksudmu oppa?” tanyaku tidak mengerti. Ia hanya tersenyum. “ Bukankah kau menyukai cincin itu? Aku akan membelikannya untuk sebagai cincin pernikahan kita” jawabnya tersenyum. “ Jeongmal??” tanyaku tidak percaya. Ia hanya mengangguk dan mengeluarkan berapa ratus won dan mengambil cincin tersebut lalu memberikannya padaku.
Sekarang kami berada di restoran untuk makan malam pelayan tersebut memberikan buku menu. “ Aku pesan kimchi dan minum wine” ucapku. “ Aku sama saja dengan dia” katanya. “ Baiklah tunggu sepuluh menit” kata pelayan tersebut langsung pergi. Aku hanya diam memandang kearah luar jendela tak ada minat sedikit pun untuk melihat ke arahnya jika bukan karna appa aku tidak akan pernah mau menerima perjodohan ini bagiku ini benar – benar mimpi buruk. “ Aku tahu kau belum bisa menerima perjodohan ini sepenuhnya Yoonie, aku cukup mengerti kau juga belum bisa memaafkan kesalahan ku dulu aku tahu bagaimana rasanya sakitnya di hianati dan hanya di jadikan bahan taruhan. Aku sungguh menyesal Yoon-ah maafkan aku, jeongmal mianhae” ucap kyuhyun sambil memandangku sendu. Aku melihatnya matanya mulai berkaca-kaca. “ Aku sudah memaafkanmu oppa sebelum kau meminta maaf padaku tapi rasa itu masih membekas di dalam hatiku kau tahu kau adalah cinta pertamaku bahkan pacar pertamaku dan kau juga yang membuatku terluka. Aku sadar sekarang cinta itu menyakitkan” jawabku sambil mengeluarkan air mataku yang sejak tadi kutahan. “ Ini pesanannya, selamat menikmati” kata pelayan tersebut.
“ Gamsahabnida” jawab kyuhyun. Aku langsung memakan makananku, selesai makan kyuhyun mengantarku pulang, selama di dalam mobil aku hanya diam begitupun kyuhyun tidak ada percakapan di antara kami. Mobil sport merah kyuhyun berhenti di depan halaman rumahku. “ Gomawo oppa, jaljayo” ucapku lalu membuka pintu mobil. Sebelum aku membuka pintu mobil ada sebuah tangan yang menahanku, aku langsung menolehkan kepalaku. “ Waeyo?” tanyaku bingung. Tiba-tiba wajah kyuhyun mendekat ke arahku dan ia mencium keningku lembut. “ Saranghaeyo” katanya. Aku masih diam membeku atas perbuatannya aku pun langsung tersadar dan keluar dari mobilnya. aku membuka pintu rumah dan aku langsung berlari menuju kamarku dan menguncinya. “ Hiks.. hikss .. hiks .. kenapa kau lakukan itu lagi oppa, aku sudah berusaha untuk melupakan semua itu tapi kenapa rasa sakit itu datang lagi hiks .. hiks ..” kataku sambil menangis sesegukan.
Pagi datang begitu cepat aku langsung membuka mataku kepalaku terasa sakit mungkin efek aku menangis semalam, aku langsung berdiri menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku dan menghilangkan rasa sakit di kepalaku. Selesai mandi aku langsung menuju lemari pakaian aku hanya menggunakan pakaian biasa dan menuju tempat rias aku melihat wajahku di depan cermin tampak begitu kacau mataku membengkak. Tanpa babibu lagi aku langsung memoleskan wajahku dengan bedak agak tebal untuk menutupi mataku yang bengkak. Setelah selesai aku langsung keluar dari kamarku menuju ruang makan. “ Pagi appa” sapaku langsung mengecup pipinya. “ Pagi eomma” lalu mengecup pipinya. “ Pagi juga sayang” kata appa dan eomma bersamaan. Aku pun langsung sarapan dengan terburu-buru tanpa mempedulikan tatapan kedua orang tuaku yang melihatku dengan tatapan aneh. “ Kau makan cepat sekali? Memangnya kau mau kemana?” tanya appa. Aku langsung meminum air putih dan mengelap mulutku. “ Aku harus pergi, karena hari ini aku ingin bertemu dengan Kyuhyun oppa, yaudah ya aku pergi annyeong” kataku langsung beranjak pergi.
Saat ini aku sudah berada di Caffe yang sudah di janjikan olehnya –Kyuhyun oppa- sepuluh menit kemudian ia datang menggunakan kemeja kotak-kotak ya walaupun masih kelihatan tampan, aishh apa yang kau pikirkan Yoon-ah sudahlah lagi pula dia sudah menyakitimu ingat itu, batinku. “ Yoon-ah apa kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun oppa khawatir. Aku pun langsung tersadar dari lamunanku. “ Ah .. ah .. ani aku baik-baik saja” jawabku gugup. Kyuhyun oppa hanya tersenyum tipis. “ Kau dari dulu tidak pernah berubah Yoon-ah,selalu saja tidak mau jujur” ucapnya. Aku hanya tersenyum tipis melihatnya. “ Ada apa kau ingin bertemu denganku?” tanyaku to the point. “ Tak bisakah kita makan dulu?” tanyanya. Aku menggeleng. “ Ani aku harus buru-buru tidak ada waktu” jawabku ketus. Ia lalu menghela nafas. “ Arra, pernikahan kita di percepat jadi pernikahan kita akan di laksanakan lusa pemberkatan dan resepsi” jelasnya. Aku hanya menganga. “ MWO???!!!!” teriakku. “ Kenapa tidak ada yang memberitahuku? Aishh jinjja! Kenapa jadi mendadak begini?” lanjutku frustasi. Kyuhyun oppa hanya tersenyum. “ Molla, aku saja baru di beritahu semalam katanya mereka sudah tidak sabar untuk menimang cucu dari kita” jawabnya. Aku membulatkan mataku. “ MWO???!! Aishhh jinjja! Mereka benar-benar keterlaluan tak tahukah aku belum siap untuk menjadi seorang ibu,arrrggghhh ini membuatku pusing” kataku sambil mengacak rambutku. “ Aku pulang, annyeong” lanjutku lagi langsung pergi meninggalkan Kyuhyun oppa yang bingung dengan keadaanku, masa bodoh lah yang penting aku harus menangkan diri dulu. Bagiku pernikahan ini masih terlalu cepat mengingat usiaku masih 22 tahun. Eomma  dan appa benar-benar keterlaluan. Sekarang aku berada di jembatan Banpao melihat pemandangan yang indah yang aku ketahui sebentar lagi Seoul akan memasuki musim gugur. “ Apa kau tidak kedinginan? Hanya dengan menggunakan cardigan tipis dan tutupi syal?” kata seseorang yang tiba-tiba berada di sampingku yang entah darimana datangnya. Aku langsung mengalihkan wajahku padanya dan betapa terkejutnya ternyata ia adalah sahabatku yang di Jepang Oh Sehun. “ Sehun-ah bogoshipeo” kataku senang langsung menghambur memeluknya, betapa aku merindukan sahabatku ini. “ Yakk, aku sulit bernafas Yoon-ah” katanya sambil berusaha melepaskan pelukanku. “ Ahh .. ahh .. aishh jinjja! Aku sulit bernafas pabbo. Kau dari dulu tidak berubah memeluk orang sampai kencang” gerutu sehun sambil mengambil nafas. Aku hanya cengir saja. “ Mianhae Sehun-ah aku itu benar-benar merindukanmu” jawabku sambil mengerucutkan bibirku.
“ Hahahaha ... kau lucu sekali Yoon-ah” Sehun tertawa terbahak-bahak membuatku mengerucutkan bibirku kembali. “ Yakkkk diam kau!!” teriaku kesal karena ia tidak mau berhenti tertawa. “ Hahaha baiklah, bagaimana kabarmu?” tanyanya sambil tersenyum.
“ Baik, bagaimana denganmu? Kau selama ini kemana saja, hah? Bahkan kau tidak pernah mengabariku sama sekali?” tanyaku bertubi-tubi seperti mengintrogasi. Ia melihatku dengan tampang kesal. “ Aishh tanyalah satu-satu, baiklah tentu kabarku baik-baik saja. Mianhae saat kita wisuda aku langsung terbang ke china karena appa ku sedang sakit makanya saat itu aku tidak mengabarimu. Mianhae aku tidak mengabarimu selama ini karena aku sedang sibuk dengan perusahaan appaku yang di china saat ini aku berada di Seoul karena ada rapat seminggu disini dan bekerja sama dengan Cho Coporation. Dan aku juga mendengar kabar lusa kau akan menikah dengan Cho Kyuhyun rekan bisnisku aku juga di undang ke pernikahanmu. Dan satu pintaku berbahagialah kau dengannya aku sudah melihat kalau dia itu sungguh-sungguh mencintaimu Yoon-ah tidak seperti dulu saat kita masih kuliah dia mempermainkanmu” jelasnya  panjang lebar. Aku hanya menunduk mencerna kata-katanya. Tiba-tiba ia langsung menarikku ke dalam pelukannya dan aku menangis di hadapannya. “ Hiks .. hiks .. aku tidak bisa Sehun-ah hatiku sudah terlalu sakit menerimanya. Aku tidak bisa hiks .. hikss ..” isakku. Sehun mengelus punggungku dan menangkanku. “ Sudalah, berjanjilah padaku kau akan bahagia Yoon-ah jangan menangis lagi. Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja?” ajaknya padaku. Aku langsung menghapus air mataku dan mengangguk.
Tidak terasa hari ini adalah hari pernikahanku dengannya. Jujur saja aku tidak siap untuk menikah dengannya aku melakukan ini semua untuk bumonimku. Tapi rasa sakit itu masih ada hingga sekarang. Saat ini aku sedang di rias dan melihat ke cermin betapa cantiknya aku memakai gaun putih dengan punggung terbuka dan bentuk pinggang yang begitu melekat di tubuhku. “ Chagi kau sudah siap” panggil eomma yang tiba-tiba membuka pintu kamarku. Aku langsung tersadar dan memasang tersenyum yang terbaik. “ Ah, nde eomma” eomma tersenyum melihatku “ Kau sangat cantik Yoon-ah, neomu yeppo”. Aku hanya tersenyum lalu keluar menuju dari kamar menuju mobil untuk berangkat ke gereja untuk acara pemberkatan. Sesampainya, appa langsung mengulurkan tangannya padaku dan aku menerimanya, pintu gereja pun terbuka aku melihat Kyuhyun oppa menggunakan tuxedo  putih yang begitu tampan. Tanpa aku sadari aku sudah berada di hadapan pastur dan appa langsung menyerahkan tanganku pada Kyuhyun oppa dan Kyuhyun oppa menerimanya sambil tersenyum. “ Jaga baik-baik putriku Kyu-ah aku percayakan padamu” kata Appa. “ Aku akan menjaganya Abonim” jawabnya.
“ Baiklah pemberkatan ini akan kita mulai” ucap sang pastur. “Cho Kyuhyun, Bersediakah kau menerima Kim Yoonji sebagai istrimu, menjalani kehidupan bersama, sakit ataupun sehat, susah ataupun senang dan menjadi ayah bagi anak-anaknya?”
“Ya, saya bersedia..” jawab Kyuhyun tegas dan lantang.
Pastur itu pun tersenyum dan matanya beralih padaku. Seketika degup jantungku semakin kencang.
“Kim Yoonji, bersediakah kau menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu, menjalani kehidupan bersama, sakit ataupun sehat, susah ataupun senang menjadi ibu bagi anak-anaknya?”
Aku menelan ludah. Menarik nafas panjang. Aku merasa semua mata tertuju padaku saat ini.
“Y.. Ya.. saya bersedia..”

“ Kalian saya resmikan menjadi sepasang suami istri silakan mempelai pria memakai cincin pada mempelai wanita”. Kyuhyun pun langsung mengambil cincin tersebut dan memakaikannya di jari manis kananku, selanjutnya aku memakaikannya di jari manisnya. “ Sekarang mempelai pria mencium mempelai wanita”. Ini yang akhirnya ku tunggu yang membuatku gugup, Kyuhyun langsung membuka penutup yang ada di wajahku dan memandangku tersenyum, perlahan wajahnya mendekat kearahku aku hanya bisa memejamkan mataku hingga sesuatu yang lembut mendarat di bibirku. First kiss ku. Setelah berciuman aku dan Kyuhyun melemparkan bunga, acara resepsi pun berjalan dengan lancar aku dan Kyuhyun langsung menemui kedua orang tua kami. “ Kyuhyun-ah tolong jaga putriku baik-baik aku serahkan padamu” nasehat Appa. “ Appa apa kau tak akan merindukanku, eoh?” tanyaku manja sambil mempaoutkan bibirku. Mereka semua hanya tertawa melihatku. “ Nde, Aboniem aku akan menjaga istriku dengan baik” jawab Kyuhyun mantap. Mereka semua hanya tersenyum. “ Baiklah sekarang kalian pulanglah kalian harus istirahat, dan untuk kau Yoonji-ah kalau Kyuhyun bersikap kekanakan laporlah pada eomma ne” pesan eomma. Aku hanya tersenyum. “ Nde ommoniem”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar